The Tourism Village

Rabu, 08 Februari 2017

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)


Workshop Pengembangan Usaha adalah kegiatan penyuluhan tentang pentingnya perizinan bagi home industry atau industri rumah tangga yang lebih dikenal dengan nomor P-IRT (Pangan Industri rumah Tangga). Hal ini dilakukan karena begitu banyaknya pengusaha industri rumah tangga di Desa Tlonto Raja khususnya dalam usaha produk makanan yang menjadi ciri khas dari desa ini yakni Petis dan Gambir yang belum memiliki nomor perizinan produk. Sehingga sebelum tim KKN 28 UTM 2017 datang, rata-rata produk petis dan gambir dijual tanpa P-IRT bahkan dikemas biasa tanpa label. Petis dan gambir merupakan produk olahan hasil ikan dari Desa Tlonto Raja yang menjadi usaha bagi hampir seluruh masyarakat desa, hal ini dikarenakan letak Desa yang di pesisir laut dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.


Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Sasaran dari kegiatan ini adalah semua warga Desa Tlonto Raja yang memiliki usaha petis dan gambir. Tujuannya yaitu melalui workshop pengembangan usaha diharapkan bisa merubah sistem pola usaha yang dilakukan oleh pengusaha petis dan gambir di Desa Tlonto Raja dalam upaya memperbaiki nilai dan kualitas produk petis dan gambir sehingga mampu berdaya saing pemasarannya di pasar tradisional maupun pasar modern. Manfaatnya adalah pengusaha petis dan gambir dapat memperoleh nomor P-IRT dan label untuk usahanya.
Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan/sosialisasi, selain itu tim KKN 28 UTM 2017 bersama pemuda karang taruna Desa Tlonto Raja turut serta dalam pengurusan perizinan P-IRT dan desain label produk. Program ini dilakukan secara bertahap dan tanpa unsur pemaksaan dalam pemilihan usaha yang akan diuruskan P-IRT dan labelnya, melainkan tim KKN 28 memilih pengusaha yang memang benar-benar menginginkan diuruskan P-IRT dan Label setelah diberi penyuluhan. Setelah mendapat data pengusaha, tim KKN 28 dan Pemuda Karang Taruna mengambil form P-IRT ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Kemudin tim KKN 28 dan Pemuda Karang Taruna melakukan survei ke rumah pengusaha dan lokasi produksi untuk melakukan interview dan pengecekan lokasi terkait pengisian form, selain itu juga berdiskusi terkait desain label. Setelah form dan syarat-syarat terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengembalikan form dan syarat pengurusan ke Dinas Kesahatan Kabupaten Pamekasan. Tahap selanjutnya hanya menunggu petugas P-IRT dari Dinas Kesahatan Kabupaten Pamekasan untuk survei ke lokasi langsung. Karena proses yang membutuhkan waktu lama maka waktu KKN hanya mampu sampai mendatangkan petugas P-IRT untuk survei produk dan lokasi, sedangkan untuk mengeluarkan nomor P-IRT masih butuh waktu kembali sehingga setelah masa KKN berkahir Tim KKN bahkan LPPM UTM akan tetap mengawal sampai hasil akhir.
Alhasil pada tanggal 7 Februari 2017 (sehari setelah tim KKN 28 kembali ke kampus) sertifikat PIRT pun telah diterbitkan oleh dinas kesehatan kabupaten pamekasan. Berikut hasil scan sertifikat PIRT tersebut beserta design label produknya.

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)

b.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada;
Hari           :  Selasa-Rabu
Tanggal     :  17-18 Januari 2017
Tempat      :  Rumah Sekretaris Desa Tlonto Raja Kec. Pasean, Pamekasan
c.       Manfaat Kegiatan
Mengenalkan pentingnya pengurusan P-IRT sebagai bentuk perizinan Home Industry dan label produk dalam upaya mengembangkan usaha kepada pengusaha petis dan gambir di Desa Tlonto Raja
d.      Pemateri/Pengisi Acara
Pemateri dari kegiatan Workshop Pengembangan Usaha adalah Bapak Zaenal, seorang alumni mahasiswa UTM yang telah memiliki usaha sendiri dan berpengalaman dalam pengurusan P-IRT. Tetapi untuk proses pengurusan P-IRT dan Label dilakukan oleh kelompok KKN 28 dan pemuda karang taruna.
e.       Hasil Yang Ditimbulkan
Ø  Pengusaha petis dan gambir lebih mengerti dalam mengelola usaha produk Home Industry
Ø  Antusias warga untuk mengikuti penyuluhan dan sebagian pengusaha petis dan gambir yang mau mengurus perizinan untuk usahanya
Ø  Produk petis dan gambir yang berlabel dan memiliki nomor P-IRT
f.        Kendala
Kendala dari program kerja ini adalah jadwal Workshop Pengembangan Usaha tertunda, karena mundurnya jadwal yang diberikan oleh pemateri. Kendala selanjutnya adalah kesulitan dalam meyakinkan warga untuk mau melakukan pengurusan P-IRT dan Label karena sebelumnya sudah ada beberapa organisasi dan koperasi yang telah menjajikan perizinan terhadap warga desa degan pengurusan yang berbayar, namun sampai saat ini mereka belum mendapat nomor perizinan terkait. Kendala selanjutnya adalah waktu dalam proses pengurusan yang membutuhkan waktu lama karena banyaknya tugas survei yang dilakukan petugas P-IRT dari Dinas Kesehatan terkait pengurusan P-IRT bagi usaha di seluruh Kabupaten Pamekasan.
g.      Penyelesaian Atas Hambatan
Untuk kendala yang pertama terkait jadwal penyuluhan yang mundur maka dilakukan penyesuaian jadwal ulang dengan bapak Zaenal selaku pemateri sehingga ditetapkan tanggal 18 Januari 2017. Kendala yang kedua diselesaikan dengan melalui pendekatan dengan warga bahwa urusan gratis memang tanpa biaya, dan proses yang mudah sehingga ada beberapa pengusaha petis dan gambir yang mau mengurus P-IRT. Sedangkan terkendala dengan waktu dalam penyelesaian perizinan P-IRT dilakukan dengan segera setelah penyuluhan langsung melakukan pengurusan ke Dinas Kesehatan, dan untuk survei petugas Dinas Kesehatan tim KKN meminta percepatan agar pengawalan lebih efektif dan efisien selama masa KKN. Jika selama masa KKN nomor P-IRT juga belum keluar maka dilanjutkan oleh pemuda Karang Taruna namun tetap akan dikawal dan didampingi oleh Tim KKN 28 maupun Pihak UTM.
h.      Ketercapaian Target
Ø  Warga khususnya pengusaha petis dan gambir Desa Tlonto Raja tertarik mengembangkan usahanya dengan meningkatkan kualitas produk dengan pengurusan P-IRT.
Ø  Adanya label bagi produk petis dan gambir di Desa Tlonto Raja sebagai identitas Produk
Ø  Diperolehnya nomor pelegalan pangan indutri rumah tangga (P-IRT) untuk lebih mengembangkan pasar sehingga mampu bersaing di pasar modern


LINK DOWNLOAD:
FOTO KEGIATAN
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
 Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
 Kegiatan Penyuluhan P-IRT
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
 Proses Pengurusan P-IRT dan Label Di Dinas Kesehatan Pamekasan
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
 Pengurusan P-IRT dan Label ke Pengusaha Petis dan Gambir
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
 Survei terkait pembuatan PIRT dari dinas kesehatan
Workshop Pengembangan Usaha (Pentingnya Pengurusan PIRT)
Share:

Wisata Air Terjun Bunyato (Pengantin Waterfall)

Wisata Air Terjun Bunyato (Pengantin Waterfall)
Madura oh Madura.. pesonanya kian hari kian terkuak. Ratusan pulau indah semacam Gili Genting dengan pantai Sembilan, Gili Labak dengan pantai dan snorkling, bahkan sampai Gili Iyang yang memiliki kadar oksigen sangat tinggi. Berderet pantai-pantai cantik yang baru terekspose, sejenis pantai Lombang, pantai Slopeng, atau kombinasi antara pantai dan air terjun Toroan di Sampang. Madura bukan hanya sekedar pulau kecil disamping Surabaya. Bukan sekedar pulau penghasil garam sebagaimana anggapan kebanyakan orang. Bukan juga Suramadu-nya. Madura adalah bagian dari Jawa Timur yang tidak melulu menyajikan pantai atau pulau-pulau kecil yang indah itu. Dengan kontur perbukitan kapur membuat Madura memiliki pesona yang lain. Salah satu yang belum dikenal orang adalah adanya air terjun.

Tepat di dusun Banlanjang, desa Tlonto Raja, kecamatan Pasean, Pamekasan terdapat air terjun yang tersembunyi manis. Terselip didaerah persawahan yang berbatasan dengan dusun Tegangser Daya dan tertutup rimbun pepohonan. Air terjun itu bernama Bunyato atau lebih dikenal sebagai air terjun Pengantin. Airnya bersih dengan dasar berupa batu-batu kecil dan pasir. Kedalamannya berkisar satu meter dan berenang didalamnya tentunya menyenangkan. Aliran airnya tidak terlalu deras sehingga kita dapat menaiki sela-sela air terjun kemudian kita dapat meloncat dengan bebas. Apalagi air yang mengalir adalah air dari sumber yang ada di perbukitan diatasnya.

Penyebutan air terjun Pengantin ini bukannya sebuah penamaan belaka. Penyebutan ini terjadi karena ada sebuah mitos yang beredar. Mitos yang ada di masyarakat mengatakan bahwa pasangan yang datang berkunjung ke air terjun akan menjadi pasangan sejati, pengantin. Tidak hanya satu dua pasangan yang mampu melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Konon dengan mandi disana bersama pasangan membuat jalinan cinta menjadi lebih indah dan romantis. Apakah anda tertarik untuk kesana? Silahkan siapkan baju ganti dan jangan lupa bawa pasangannya juga ya. Hehe..

Berikut Video Hasil Dokumentasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 dari Universitas Trunojoyo Madura Terkait Destinasi Wisata Air Terjun Bunyato:


Sekian dan Terima Kasih
Share:

Wisata Realigi "Batu Panyeppen"

Destinasi Wisata Realigi "Batu Panyeppen"
Destinasi Wisata Realigi Batu Panyeppen ini terletak di desa Tlonto Raja tepatnya dusun lebak timur. Wisata ini memiliki tingkat kemistisan yang sangat tinggi. Tidak heran jika dulunya banyak orang-orang bertapa ditempat ini untuk memohon kekuatan kepada sang pencipta. Sampai saat ini Batu Panyeppen ini sering dikunjungi oleh para wisatawan dari luar daerah Tlonto Raja.

Secara etimologis arti dara kata batu panyeppen adalah berasal dari dua suku kata yakni Batu dan Panyeppen. Batu berasal dari bahasa indonesia yang artinya Batu, sedangkan panyeppen berasal dari bahasa madura yang artinya bertapa sehingga secara etimologis dapat diartikan tempat ini dahulu kala berasal dari batu yang digunakan untuk bertapa.

Berikut Cuplikan Video Yang Telah Berhasil Dibuat Oleh Tim KKN 28 dari Universitas Trunojoyo Madura.


Share:

Wisata Goa Gentong (Adore The Silence)

Inginkan sebuah tempat yang sangat indah namun sarat akan aura mistik? Nah.. ada satu tempat yang mungkin cocok untuk itu. Gua Gentong. Gua Gentong berada di perbukitan dusun Duko, desa Tlonto Raja, Pasean, Pamekasan. Penamaan Gua Gentong bukannya tanpa alasan. Gua ini berbentuk layaknya gentong karena mulut gua berada di atas sejajar dengan permukaan tanah, sedang badan gua berada dibawah. Mulut gua hanya berupa celah sempit yang tersembunyi diantara rimbun semak belukar. Guanya sangat gelap dan masih aktif. Langit-langitnya masih mengucurkan air yang mampu menciptakan stalaktit dan stalakmit. Akses menuju gua ini lumayan menantang karena jalan yang sedikit terjal dengan batu-batu yang tajam.

Berbicara masalah mistik, menurut cerita yang beredar di masyarakat mengungkapkan jika gua tersebut dihuni oleh ular yang sangat besar sehingga ada bagian gua yang ditutup oleh warga dengan batu bata. Ular tersebut bukanlah ular biasa, ular tersebut diyakini warga sekitar sebagai abdi dari tokoh yang membabat alas dusun Duko. Tokoh yang pertama kali mendiami dusun Duko bernama Bhujuk Nanti. Ular tersebut masih dapat dipanggil dan sering mendatangi anak keturunan dari Bhujuk Nanti. Menurut salah seorang keturunan Bhujuk Nanti, Siti Nur Aizah (40) ular tersebut dapat dipanggil oleh keturunan Bhujuk Nanti dengan membawa dupa dan ular tersebut juga selalu muncul pada malam jum’at. Namun ular yang mendatangi rumah-rumah sekitaran gua adalah ular-ular kecil yang tidak tahu berasal darimana dan apabila urusannya sudah selesai akan menghilang secara ghaib.
 
Ular-ular tersebut seolah menjadi penjaga dari tempat yang dimiliki oleh Bhujuk Nanti. Kami juga sempat melihat barang peninggalan Bhujuk Nanti untuk keturunannya. Barang peninggalan yang sudah diwariskan turun temurun itu berupa ranjang tidur ukiran dan tiga buah kayu yang berbentuk persegi panjang dengan hiasan ukiran didalamnya. Kejadian selanjutnya ketika kami mengambil foto dari barang-barang tersebut, gambar yang tersimpan di kamera hanyalah foto berwarna hitam saja. Apabila ingin mengunjungi Gua Gentong, sebaiknya ditemani oleh pamong desa atau keturunan Bhujuk Nanti agar lebih aman dan tentunya kita akan mendapatkan informasi yang lebih mendetail mengenai gua dan sejarahnya.

Berikut Video Hasil Dokumentasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 dari Universitas Trunojoyo Madura Terkait Destinasi Goa Gentong:



Sekian dan Terima Kasih
Share:

Wisata Air Terjun Ahatan (Move Of Your Life)

Dimana ada bunyi air berjatuhan, disana ada air terjun. Nah lho.. teori darimana? Desa yang pada dahulunya termasyur dengan gadis-gadis cantik ini ternyata memiliki air terjun yang cukup tinggi. Letaknya di dusun Ahatan, desa Tlonto Raja, Pasean, Pamekasan. Terselip dibelakang pemukiman dengan jalan yang cukup menantang. Jalurnya curam dan sedikit licin. Berkelok menurun dengan bebas tanpa ada pegangan tangan. Selain air terjun utama, terdapat air terjun yang lebih kecil pada sisi yang lain. Uniknya dua air terjun tersebut memiliki hulu yang berbeda. Namun apabila ditanya mengenai keindahannya, tentu jawabannya adalah indah. Indah sekali.

Ya.. air terjun ini tersimpan seolah tempat yang ditinggalkan. Air terjun ini sejatinya sangat indah namun kecantikannya tidak begitu terpancar. Air terjun ini hidup dengan sebuah masalah. Hm.. sebuah permasalahan yang sangat klasik, sampah. Sayang sekali air terjun ini harus rela bergumul dengan buangan dari hulu diatas bukit sana. Beberapa bebatuan yang cantik pun harus rela bersendekap bersama barang yang tak seharusnya itu.

Hal itulah yang kemudian membawa kelompok KKN 28 melakukan beberapa hal untuk menyelamatkan air terjun ini. Berjalan beriringan dengan warga, kami bantu membantu memperbaiki air terjun cantik ini. Membersihkan sampah, membuat akses jalan, sampai pembuatan plang nama. Sehari dua hari tentu masih belum mampu memulihkan pesona air terjun ini. Namun sedikit langkah kecil dalam memperlakukan sampah dapat membuat air terjun ini cantik, secantik gadis-gadis Tlonto Raja.

Berikut Video Hasil Dokumentasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 dari Universitas Trunojoyo Madura Terkait Destinasi Wisata Air Terjun Ahatan:


Berikut Titik Lokasi Air Terjun Ahatan di Google Map:

Share:

Buku Desa Tlonto Raja

Buku Desa Tlonto Raja

Statistik Pengunjung